Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 September 2014

KLASIFIKASI BAKTERI

KLASIFIKASI BAKTERI

Bakteri dapat ditemui hampir di setiap jenis lingkungan yang ada di bumi, mulai dari dasar laut, di dalam batuan karang, dan daratan.  Karena ukurannya yang kecil dan kemampuannya untuk bereproduksi dengan sangat cepat, bakteri  menjadi makhluk hidup yang paling melimpah di bumi.

Bakteri dapat ditemui hampir di setiap jenis lingkungan yang ada di bumi, mulai dari dasar laut, di dalam batuan karang, dan daratan.  Karena ukurannya yang kecil dan kemampuannya untuk bereproduksi dengan sangat cepat, bakteri  menjadi makhluk hidup yang paling melimpah di bumi.
Bakteri terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu Archaebacteria dan Eubacteria.
a. Archaebacteria
Archaebacteria merupakan bakteri primitif yang bersifat prokariotik. Archaebacteria dikenal juga sebagai bakteri purba. Bakteri ini hidup di habitat dengan kondisi ekstrem, misal sumber air panas dan daerah berkadar garam tinggi. Archaebacteria memiliki ciri khusus sebagai berikut.
1) Dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan.
2) Membran selnya mengandung lipid berikatan eter.
3) Ribosomnya mengandung beberapa jenis RNA-polimerase.


Archaebacteria terbagi dalam tiga kelompok berikut.

1) Bakteri Metanogen
Bakteri dari kelompok ini bersifat anaerobik dan kemosintetik. Habitatnya di rawa-rawa dan daerah yang kurang oksigen. Makanan diperoleh melalui pembusukan sisa-sisa tumbuhan yang mati. Proses pembusukan tersebut menghasilkan metana. Metana disebut juga biogas. Beberapa jenis bakteri metanogen dapat hidup bersimbiosis dalam rumen herbivora yang berfungsi memfermentasi selulosa. Beberapa jenis bakteri dari kelompok ini dapat hidup pada suhu tinggi. Bakteri metanogen hidup sebagai pengurai. Contoh bakteri metanogen yaitu Methanobacterium.
2) Bakteri Halofil
Bakteri halofil mampu hidup di lingkungan yang berkadar garam tinggi. Sebagian dari bakteri halofil mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai pigmen berupa bakteriorhodopshin. Contoh bakteri halofil yaitu Halobacterium.
3) Bakteri Termoasidofil
Bakteri termoasidofil hidup di lingkungan yang bersuhu tinggi dan tingkat keasamannya tinggi. Contoh bakteri termoasidofil yaitu Sulfolobus dan Thermoplasma. Bakteri ini menggunakan hidrogen dan sulfur organik yang terdapat di kawah gunung api dan mata air bersulfur sebagai sumber energi.
Video: membandingkan antara Eubacteria dan Archaebacteria
b. Eubacteria (Bakteri Sejati)
Ciri khusus Eubacteria sebagai berikut.
1) Dinding selnya mengandung peptidoglikan.
2) Membran plasmanya mengandung lipid berikatan ester.
3) Ribosomnya mengandung satu jenis RNA-polimerase.
Eubacteria dikenal sebagai bakteri sejati atau bakteri sesungguhnya. Menurut Campbell, Eubacteria dibagi menjadi lima kelompok, yaitu Proteobacteria, Bakteri gram Positif, Spirochetes, Chlamydias, dan Cyanobacteria.
1) Proteobacteria
Proteobacteria dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu bakteri ungu, Proteobacteria
kemoautotrof, dan Proteobacteria kemoheterotrof. Bakteri ungu biasanya hidup di endapan kolam, danau, atau lumpur. Contoh bakteri ungu yaitu Chromatium. Proteobacteria kemoautotrof hidup bebas atau bersimbiosis dengan makhluk hidup lain. Contoh Proteobacteria kemoautotrof yaituRhizobium. Proteobacteria kemoheterotrof hidup di dalam saluran pencernaan. Contoh Proteobacteria kemoheterotrof yaitu Escherichia coli dan Salmonella.
2) Bakteri Gram Positif
Anggota bakteri gram positif ada yang dapat berfotosintesis dan ada yang bersifat kemoheterotrof. Bakteri ini dapat membentuk endospora ketika keadaan lingkungan kurang menguntungkan. Contoh bakteri gram positif yaitu Clostridium dan Bacillus.
3) Spirochetes
Spirochetes berbentuk spiral dengan panjang 5–250 µm. Spirochetes merupakan bakteri Gram negatif dan bersifat kemoheterotrof. Spirochetes hidup bebas atau sebagai parasit dalam tubuh manusia dan hewan. Contoh Spirochetes yaitu Treponema pallidum yang mengakibatkan penyakit sifilis.
4) Chlamydias
Chlamydias merupakan kelompok bakteri yang ukurannya paling kecil (0,2–1,5 µm).
Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit dalam sel-sel makhluk hidup lain. Contoh Chlamydias yaitu Chlamydias trachomatis yang dapat mengakibatkan penyakit mata.
5) Cyanobacteria
Cyanobacteria dahulu dikenal dengan nama ganggang hijau-biru (blue green algae).
Cyanobacteria ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Cyanobacteria mempunyai pigmen klorofil, karoten, dan pigmen tambahan. Pigmen tambahan berupa fikosianin (pigmen biru) dan fikoeritrin (pigmen merah). Pigmen-pigmen tersebut mengakibatkan warna Cyanobacteria beraneka ragam. Contoh Cyanobacteria yaitu Anabaena(mengakibatkan air sawah berwarna hijau) dan Oscillatoria rubescen (mengakibatkan Laut Merah di Timur Tengah berwarna merah).


Menemukan  Arkaebakteria: mata air panas-mata air panas dari Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat,  termasuk tempat pertama yang menjadi lokasi Archaebacteria ditemukan. Gambar di  sebelah atas adalah kolam gurita musim semi, dan gambar di sebelah bawah adalah kolam Obsidian. Setiap kolam memiliki kandungan mineral, suhu, dan salinitas yang begitu berbeda. Setiap kolam  mungkin berisi komunitas yang berbeda dari mikroba. Arcahebacteria . Ahli biologi yang digambarkan di atas yang membenamkan mikroskop slide dalam kolam mendidih untuk dapat menangkap sampel  beberapa Arcahebacteria yang mungkin ditangkap untuk studi.

Reproduksi Bakteri

Reproduksi Bakteri
Bakteri tidak mengalami mitosis dan meiosis. Hal ini merupakan perbedaan penting antara bakteri (prokariot) dengan sel eukariot. Reproduksi. Bakteri mengadakan pembiakan dengan dua cara, yaitu secara aseksual dan seksual. Pembiakan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan, sedangkan pembiakan seksual dilakukan dengan cara transformasi, transduksi , dan konjugasi. Namun, proses pembiakan cara seksual berbeda dengan eukariota lainnya. Sebab, dalam proses pembiakan tersebut tidak ada penyatuan inti sel sebagaimana biasanya pada eukarion, yang terjadi hanya berupa pertukaran materi genetika (rekombinasi genetik). Berikut ini beberapa cara pembiakan bakteri dengan cara rekombinasi genetik dan membelah diri.
a. Rekombinasi Genetik
Adalah pemindahan secara langsung bahan genetic (DNA) di antara dua sel bakteri melalui proses berikut:
1. Transformasi






Transformasi adalah perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel bakteri yang satu ke sel bakteri yang lain. Pada proses transformasi tersebut ADN bebas sel bakteri donor akan mengganti sebagian dari sel bakteri penerima, tetapi tidak terjadi melalui kontak langsung. Cara transformasi ini hanya terjadi pada beberapa spesies saja, . Contohnya : Streptococcus pnemoniaeu, Haemophillus, Bacillus, Neisseria, dan Pseudomonas. Diguga transformasi ini merupakan cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain. Misalnya pada bakteri Pneumococci yang menyebabkan Pneumonia dan pada bakteri patogen yang semula tidak kebal antibiotik dapat berubah menjadi kebal antibiotik karena transformasi. Proses ini pertama kali ditemukan oleh Frederick Grifith tahun 1982.


2. Transduksi

Transduksi adalah pemindahan materi genetik bakteri ke bakteri lain dengan perantaraan virus. Selama transduksi, kepingan ganda ADN dipisahkan dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima oleh bakteriofage (virus bakteri). Bila virus – virus baru sudah terbentuk dan akhirnya menyebabkan lisis pada bakteri, bakteriofage yang nonvirulen (menimbulakan respon lisogen) memindahkan ADN dan bersatu dengan ADN inangnya, Virus dapat menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag. Ketika terbentuk virus baru, di dalam DNA virus sering terbawa sepenggal DNA bakteri yang diinfeksinya. Virus yang terbentuk memiliki dua macam DNA yang dikenal dengan partikel transduksi (transducing particle). Proses inilah yang dinamakan Transduksi. Cara ini dikemukakan oleh Norton Zinder dan Jashua Lederberg pada tahun 1952.
3. Konjugasi



Konjugasi adalah bergabungnya dua bakteri (+ dan –) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. Artinya, terjadi transfer ADN dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima melalui ujung pilus. Ujung pilus akan melekat pada sel peneima dan ADN dipindahkan melalui pilus tersebut. Kemampuan sel donor memindahkan ADN dikontrol oleh faktor pemindahan ( transfer faktor = faktor F )

b. Pembelahan Biner








Pada pembelahan ini, sifat sel anak yang dihasilkan sama dengan sifat sel induknya. Pembelahan biner mirip mitosis pada sel eukariot. Badanya, pembelahan biner pada sel bakteri tidak melibatkan serabut spindle dan kromosom. Pembelahan Biner dapat dibagi atas tiga fase, yaitu sebagai berikut:
1. Fase pertama, sitoplasma terbelah oleh sekat yang tumbuh tegak lurus.
2. Fase kedua, tumbuhnya sekat akan diikuti oleh dinding melintang.
3. Fase ketiga, terpisahnya kedua sel anak yang identik. Ada bakteri yang segera berpisah dan terlepas sama sekali. Sebaliknya, ada pula bakteri yang tetap bergandengan setelah pembelahan, bakteri demikian merupakan bentuk koloni.
Pada keadaan normal bakteri dapat mengadakan pembelahan setiap 20 menit sekali. Jika pembelahan berlangsung satu jam, maka akan dihasilkan delapan anakan sel. Tetapi pembelahan bakteri mempunyai faktor pembatas misalnya kekurangan makanan, suhu tidak sesuai, hasil eksresi yang meracuni bakteri, dan adanya organisme pemangsa bakteri. Jika hal ini tidak terjadi, maka bumi akan dipenuhi bakteri.


PERTAHANAN BAKTERI PADA LINGKUNGAN YANG BURUK

1. PERTAHANAN BAKTERI PADA LINGKUNGAN YANG BURUK
Mikroorganisme dapat merasakan dan beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan mereka. Ketika nutrisi yang disukai habis, beberapa bakteri dapat menjadi motil untuk mencari nutrisi, atau mereka dapat menghasilkan enzim untuk mengeksploitasi sumber daya alternatif. Salah satu contoh dari strategi kelangsungan hidup ekstrim yang digunakan oleh bakteri Gram-positif tertentu adalah dengan pembentukan endospora. Proses perkembangan yang kompleks ini sering dimulai sebagai tanggapan terhadap kekurangan gizi. Hal ini memungkinkan bakteri untuk menghasilkan sel aktif dan sangat tahan untuk melestarikan materi genetik sel pada saat mengalami tekanan yang ekstrim.
Beberapa jenis bakteri dapat bertahan hidup meskipun kondisi lingkungan kurang menguntungkan, yaitu dengan membentuk endospora di dalam sel. Endospora merupakan bentuk bakteri yang tidak aktif (istirahat). Bentuk endospora ada yang bulat dan ada yang bulat-panjang. Ukuran endospora ada yang lebih kecil atau lebih besar dan diameter selnya.
Endospora bersifat sedikit impermeabel, sehingga lebih tahan terhadap disinfektan, kekeringan, sinar, suhu panas, dan suhu dingin. Namun, bila kondisi lingkungan membaik, maka endospora akan berkecambah menjadi sel vegetatif baru. Endospora juga dapat terbentuk bila terjadi penumpukan zat-zat sisa metabolisme hasil ekskresi bakteri yang mengganggu di sekitar sel. Bakteri yang dapat membentuk endospora sebagian besar adalah golongan bakteri Gram positif. Contoh bakteri yang dapat membentuk endospora, antara lain Bacillus mycoides, Bacillus anthracis, Bacillus cereus, Bacillus thuringiensis(patogen pada serangga), Clostridium perfringens(menyebabkan keracunan makanan), Clostridium botulinum, dan Clostridium tetani.


Penggolongan bakteri berdasarkan sumber oksigen yang diperlukan dalam proses respirasi. Bakteri itu dikelompokan sebagai berikut :

a. Bakteri aerob, yaitu bakteri yang menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Nitrosococcus, Nitrosomonas dan Nitrobacter. 
b. Bakteri anaerob, yaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Streptococcus lactis 
c. Bakteri aerob obligat, yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana mengandung oksigen. Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas. 
d. Bakteri anaerob obligat, yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana tanpa oksigen. Misal: Clostridium tetani.  Bakteri ini penyebab penyakit tetanus, oleh karena itu orang yang terkena tetanus diberikan udara yang kaya oksigen untuk mempercepat proses penyembuhannya.
e. Bakteri anaerob fakulatif, yaitu bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen. Misal: Escherichia coli, Salmonella thypose dan Shigella. 

Bakteri merupakan kelompok organisme yang sangat beragam, baik dari segi metabolisme maupun morfologi tubuh.Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.Selain bakteri, mikroorganisme yang termasuk dalam domain archaea juga cenderung memiliki ketahanan sel terhadap lingkungan ekstrim.Kemampuan mikroorganisme untuk hidup pada kondisi ekstrim dapat membawa nilai dan aplikasi di berbagai bidang industri, seperti pangan,agrikultur, farmasi dan pengobatan, serta bioteknologi.
Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalambioteknologi.
Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.Organisme yang mampu hidup di lingkungan dengan suhu tinggi ini termasuk dalam golongantermofilik.Kemampuan bakteri ini untuk bertahan pada suhu tinggi disebabkan oleh stabilitas enzim, membran sel, danmakromolekul sel yang telah teradaptasi.Enzim yang dimiliki oleh bakteri kelompok termofilik memiliki komposisi asam amino yang berbeda dengan bakteri pada umumnya.Di samping itu, protein yang terdapat sel memiliki ikatan hidrofobikdan ikatan ionik yang sangat kuat.Komposisi membran selnya didominasi oleh asam lemak jenuh sehingga bersifat lebih stabil dan fungsional pada suhu tinggi.Hal ini disebabkan oleh kuatnya ikatan hidrofobik pada rantai asam lemak jenuh bila dibandingan dengan asam lemak tak jenuh.Terdapat beberapa jenis enzim yang banyak digunakan di industri yang diperoleh dari kelompok organisme termofilik, seperti amilase, pullulanase, selulase, xilanase, kitinase, proteinase,esterase, dan alkohol dehidrogenase.
Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.Bakteri ini bersifat motil dan hidup membentuk struktur biofilm yang membantunya dalam menghadapi kondisi ekstrim.Contoh bakteri lainnya yang dapat hidup di suhu rendah adalahCarnobacterium.Kelompok bakteri yang mampu hidup di lingkungan bertemperatur rendah termasuk dalam golongan psikrofilik.Kemampuan bakteri ini untuk bertahan pada kondisi temperatur rendah cukup bertolak belakang dengan kelompok bakteri termofilik.Enzim yang disintesis memiliki struktur α-heliks yang lebih banyak bila dibandingkan dengan struktur β-sheet. Struktur α-heliks yang lebih fleksibel menyebabkan enzim tetap dapat bekerja walaupun pada suhu yang rendah.Di samping itu, enzim bakteri psikrofilik harus lebih bersifat polar dan hanya mengandung sedikit asam amino yang bersifat hidrofobik. Selain enzim dan protein yang teradaptasi, membran sitoplasma kelompok bakteri ini juga telah mengalami penyesuaian dengan mengandung lebih banyak asam amino tidak jenuh.

Di samping pengaruh ekstrim temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).Kelompok bakteri yang hidup optimal pada kisaran kadar garam tersebut termasuk dalam golongan ekstrim halofil.Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil), kadar air rendah (kelompok xerofil), derajat keasaman pH sangat tinggi, dan rendah.

Senin, 03 Maret 2014

Sejarah berdirinya Negara Singapura

Singapura memainkan peranan yang kecil di dalam perkembangan sejarah Asia Tenggara sampai Sir Stamford Raffles mendirikan sebuah pelabuhan Inggris di situ. Di bawah pemerintahankolonial Inggris, Singapura telah menjadi pelabuhan yang amat strategis mengingat letaknya yang ada di tengah-tengah jalur perdagangan di antara India dan Cina yang akhirnya menjadi antara pelabuhan yang terpenting di dunia sampai hari ini. Semasa Perang Dunia II, Singapura telah diduduki oleh tentara Jepang dari tahun 1942 hingga tahun 1945.
Selepas perang, penduduk setempat dibenarkan menjalankan pemerintahan sendiri tetapi masih belum mencapai kemerdekaan. Seterusnya pada tahun 1963 Singapura telah bergabung denganTanah Melayu bersama-sama dengan Sabah dan Sarawak untuk membentuk Malaysia. Tetapi Singapura dikeluarkan dari Malaysia dan menjadi sebuah republik pada 9 Agustus 1965.
Pada masa silam sekitar abad ke 14, pulau Singapura merupakan sebagian dari kerajaan Sriwijaya dan dikenal sebagai Temasek ("Kota Laut").
Dipercayai bahawa Singapura merupakan pusat pemerintahan kerajaan Melayu sebelum ia diduduki oleh Sir Stamford Raffles. Ini berdasarkan tulisan Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi yang menyatakan ketika Singapura dibersihkan, bukit yang terdapat di situ telah dikenali sebagai bukit larangan, dan terdapat banyak pohon buah yang ditanam di situ. Ini menunjukkan terdapatnya pusat administrasi di situ.
Selain daripada itu, Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi turut menyatakan ditemukannya sebuah batu bersurat yang mempunyai ukiran tulisan yang tidak dikenali dan telah kabur. Prasasti Singapuraitu menunjukkan Singapura telah menjadi sebuah pusat administrasi sejak silam lama sebelum tibanya pihak Inggris.
Malangnya prasasti itu telah dimusnahkan tidak lama selepas tibanya Inggris oleh seorang insinyur Inggris. Bagaimanapun, terdapat nota mengenai sebuah salinan tulisan tersebut yang telah diantarkan ke London tetapi gagal ditafsirkan. Sekiranya catatan salinan tulisan itu dapat dijumpai kembali, ia bisa memberikan perkiraan kapan ia diukir melalui terjemahan ataupun sekiranya masih gagal diterjemahkan, melalui jenis tulisan yang digunakan.
Singapura adalah negara yang terletak di Asia Tenggara dan juga sebagai anggota ASEAN, dengan luas wilayah kurang lebih 618 km persegi, beribukota di Singapura, bentuk pemerintahan Republik, hari kemerdekaan 9 Agustus, kepala negara Presiden, kepala pemerintahan Perdana Menteri, lagu kebangsaan "Majulah Singapura", bahasa yang digunakan: Melayu, Cina, Inggris dan Tamil, Agama: Islam, Konghucu, Budha, Hindu dan Kristen, mata uang Dolar Singapura (S$), Bandar udara internasional "Changi", perusahaan penerbangan "Singapura Airlines (SIA).

Singapura merupakan negara kepulauan, menjadi koloni Inggris hingga tahun 1959. Pada tahun 1963 dibentuk negara Malaysia yang meliputi Persekutuan Tanah Melayu (di semenanjung Malaysia), Singapura, Serawak dan Sabah. Tetapi pada tanggal 9 Agustus 1965 Singapura memisahkan diri dari Malaysia dan membentuk negara yang berdiri sendiri. Bergabung menjadi anggota negara persemakmuran (Common wealth) Inggris sejak 22 Desember 1965.

Singapura terletak antara Indonesia dan Malaysia. Secara astronomis terletak pada 1 derajat 15 Lintang Utara dan 104 Bujur Timur. Letaknya sangat strategis menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di pantai Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, dan lalu lintas udara Eropa - Asia di bagian utara dan Australia di bagian selatan. Memiliki iklim khatulistiwa yang hangat dan lembap, musim penghujan dan kemarau tidak banyak bedanya.
Pelabuhan Singapura semakin penting, terutama setelah dibukanya Terusan Suez, yaitu:
  • Sebagai pelabuhan untuk mengisi bahan bakar dan air tawar Singapura menjadi tempat persinggahan antara pelayaran dan Samudera Hindia melalui Selat Malaka menuju Samudera Pasifik, menuju China dan Filipina melalui Laut China Selatan. Dengan melalui Laut China Selatan memasuki Samudera Pasifik atau Laut Jepang menuju Jepang, melalui Selat Sunda atau Laut Banda memasuki Samudera Hindia menuju Australia dan Selandia Baru.
  • Sebagai pelabuhan transito. Beberapa jenis barang ekspor dari negara-negara sekitarnya yang hendak di kirim ke pasaran Eropa atau Amerika, diangkt ke Singapura, kemudian dipindah kapalkan ke kapal-kapal tujuan. Sebaliknya juga berlaku untuk barang-barang yang berasal dari Eropa, Amerika dan Jepang, dikumpulkan di pelabuhan Singapura. Dari pelabuhan inilah kemudian barang-barang didistribusikan ke negara-negara sekitarnya yang membutuhkan. Dengan kata lain, ekspor dari negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang tidak langsung di masukkan ke negara-negara yang memerlukan, tetapi di kirim melalui pelabuhan Singapura.
Penduduk negara ini terdiri atas beberapa bangsa, yaitu: China (76,8%), Melayu (14,6%), India, Pakistan, Sri Lanka dan Bangladesh (keseluruhan hanya 6,4%) dan bangsa-bangsa lainnya (2,2%). Karena jumlah penduduk yang banyak dibanding luasnya tanah, sehingga menimbulkan masalah kesempatan kerja dan perumahan. Pemerintah Singapura mencoba mengatasi masalah ini dengan program industrialisasi, keluarga berencana dan pembangunan kompleks perumahan susun. Program KB cukup berhasil, terbukti laju pertambahan penduduknya termasuk rendah, yaitu 1,7 % pertahun.

Sumber penghidupan penduduk Singapura yang utama adalah perdagangan dan industri. Karena keterbatasan tanah, usaha-usaha pertanian terbatas di daerah-daerah pinggiran kota dan dilakukan dengan pemupukan dan sistem pengairan yang baik (intensif). Pertanian di negara ini ditekankan pada buah-buahan dan bunga-bungaan, terutama anggrek. Produksi pertanian, terutama bahan-bahan pangan, diimpor dari negara-negara tetangga, seperti Indonesia, Malaysia, dan Muangthai. Industri terpusat di daerah Jurong, terutama industri besi dan baja, semen, pembuatan kapal. Industri ringan menghasilkan barang-barang elektronika, makanan, minuman, kimia, tekstil dan sebagainya. Di samping industri, Singapura maju dalam bidang perdagangan. Pertumbuhan ekonominya cukup tinggi, yaitu rata-rata 10% pertahun.

Hubungan dagang dengan Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Singapura mengimpor minyak bumi mentah, timah, karet alam, gas alam, kayu lapis, sayur-sayuran, daging dari INdonesia. Sebaliknya Indonesia mengimpor pipa besi dan baja, kapal dan perahu, hasil-hasil penyulingan minyak bumi, bahan kimia dari Singapura. Ekspor Indonesia ke berbagai negara lainnya sebagian juga dilakukan melalui pelabuhan Singapura. Pada tahun 1987, nilai ekspor Indonesia ke Singapura
sebesar US$ 1.327,6 juta, sedangkan nilai impor Indonesia dari Singapura adalah US$ 1.139 juta.

Sabtu, 08 Februari 2014

Makalah latar belakang terjadinya perang dunia ke-2


BAB I
PENDAHULUAN

Perang Dunia II adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 September1939 sampai 2 September1945 yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan: Sekutudan Poros. Perang ini merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100 juta personil. Dalam keadaan "perang total," pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer. Lebih dari tujuh puluh juta orang, mayoritas warga sipil, tewas. Hal ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dalam sejarah manusia.Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua tua; yaitu Afrika, Asia dan Eropa. Berikut pialah data pertempuran-pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua. Untuk lebih jelasnya lagi mengenai Perang Dunia II akan dibahas didalam makalah ini.

A. Latar Belakang

Situasi Eropa menjelang PD II tidak jauh berbeda dengan situasi menjelang PD I. Suasana diliputi ketegangan dan keinginan balas dendam, terutama negara-negara yang kalah perang. Mereka dirugikan oleh perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh blok Sekutu. Pada umumnya negara-negara yang terlibat perang mengalami kehancuran ekonomi. Untuk itu mereka berusaha bangkit dengan cara yang diktator dan mengembangkan paham ultranasionalisme. Dari paham ultranasionalisme tersebut lahir negara-negara fasis. Negara-negara fasis yang muncul yaitu Jerman, Italia, dan Jepang.
B. Rumusan masalah

          Beberapa hal yang akan menjadi pokok permasalahan di dalam makalah ini diantaranya sebagai berikut :
-         Sebab-sebab yang menimbulkan terjadinya perang dunia II
-         Latar belakang lahirnya beberapa nagara fasis
-         Jalanya perang dunia II
Hal-hal yang melatar belakangi terjadinya Perang Dunia II dapat digolongkan menjadi sebab umum dan sebab khusus.
1. Sebab Umum
Berikut ini sebab-sebab umum terjadinya Perang Dunia II.
a) Pertentangan antara paham liberalisme dan totaliterisme. Liberalisme memberikan kebebasan bagi warga negaranya sedangkan totaliterisme mengekang kebebasan warga negara.
b) Persekutuan mencari kawan.
c) Semangat untuk membalas dendam (revanche idea) karena kekalahan dalam PD I.
d) Perlombaan senjata antarnegara.
e) Pertentangan antarnegara imperialis untuk memperebutkan daerah jajahan.
f) Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia.

2 . Sebab Khusus ( casus bally bally)

Sebab khusus Perang Dunia II terjadi di dua kawasan yaitu kawasan Eropa dan kawasan Asia Pasifik. Berikut ini sebab-sebab khusus terjadinya Perang Dunia II.
a) Di kawasan Asia Pasifik, penyerbuan Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941.
b) Di kawasan Eropa, serangan kilat (blitzkrieg) yang dilakukan Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939. Alasan penyerangan itu untuk merebut kembali kota Danzig (penduduknya bangsa Jerman). Dalam waktu singkat sebagian besar Polandia dikuasai Jerman.
Uni Soviet yang merasa keamanannya terancam, segera menyerbu Polandia dari arah Timur. Pada tanggal 3 September 1939 Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman. Dalam perkembangannya melibatkan banyak negara.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Lahirnya Negara-negara Fasis
.
1. Fasisme di Jerman
Dalam PD I Jerman mengalami kekalahan dan penderitaan yang hebat. Namun, di bawah kepemimpinan Adolf Hittler Jerman mulai bangkit. Melalui Partai Nazi, Adolf Hittler membangun Jerman kembali. Jerman menganut paham Chauvinisme yaitu paham yang menganggap dirinya lebih unggul dari ras lainnya. Selain itu juga menganut totaliterisme yaitu paham yang melaksanakan prinsip bahwa semua diutus oleh negara. Rakyat tidak memiliki kebebasan.
Berikut ini beberapa tindakan yang dilakukan Hittler untuk mewujudkan kejayaan Jerman.
a) Menolak isi Perjanjian Versailes.
b) Membangun angkatan perang yang kuat.
c) Mengobarkan semangat anti-Yahudi dengan membunuh dan mengusir orang-orang Yahudi.
d) Membangun hubungan kerja sama politik dan militer dengan Jepang dan Italia (Poros Roberto).
e) Membentuk polisi rahasia yang disebut Gestapo.
Seiring dengan perkembangan yang dialaminya, Jerman mulai berani melakukan politik ekspansi kembali. Jerman melaksanakan politik Lebensraum (ruang untuk hidup) yaitu gagasan perluasan wilayah melalui perang. Misalnya dengan menduduki Austria dan Cekoslovakia.
2 . Fasisme di Italia
Italia adalah salah satu negara pemenang dalam Perang Dunia I. Meskipun menang, Italian merasa kecewa sebab tuntutannya dalam Perjanjian Versailes tidak terpenuhi. Karena kekecewaannya tersebut, Italia mulai bangkit di bawah pimpinan Benito Mussolini. Italia berkembang menjadi negara fasis. Berikut ini usaha-usaha Benito Mussolini untuk mengembangkan fasisme di Italia.
a) Mengobarkan semangat Italia Irredenta untuk mempersatukan seluruh bangsa Italia.
b) Memperkuat angkatan perang.
c) Menguasai seluruh Laut Tengah sebagai Mare Nostrum atau Laut Kita.
d) Menduduki Ethiopia dan Albania.
3. Fasisme di Jepang
Munculnya fasisme Jepang tidak dapat dipisahkan dari Restorasi Meiji. Berkat Restorasi Meiji, Jepang berkembang menjadi negara industri yang kuat. Majunya industri tersebut membawa Jepang menjadi negara imperialis. Jepang menjadi negara fasis dan menganut Hakko I Chiu. Fasisme di Jepang dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka, masa pemerintahan Kaisar Hirohito dan dikembangkan oleh Perdana Menteri Hideki Tojo. Untuk memperkuat kedudukannya sebagai negara fasis, Kaisar Hirohito melakukan beberapa hal berikut.
a) Mengagungkan semangat bushido.
b) Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang anti militer.
c) Melakukan perluasan wilayah ke negara-negara terdekat seperti Korea, Manchuria, dan Cina.
d) Memodernisasi angkatan perang.
e) Mengenalkan ajaran shinto Hakko I Chiu yaitu dunia sebagai satu keluarga yang dipimpin oleh Jepang.
Berkembangnya negara-negara fasis seperti Italia, Jerman, dan Jepang membuat situasi politik di kawasan Eropa semakin menghangat, dan diwarnai dengan ketegangan yang mendorong terjadinya Perang Dunia II.
C. Jalannya Perang
Negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia II juga tidak jauh berbeda dengan Perang Dunia I. Perang Dunia II dapat dikatakan merupakan ajang balas dendam bagi negara-negara yang kalah dalam PD I. Negara-negara yang terlibat terbagi dalam blok Sentral dan blok Sekutu. Berikut ini negara-negara yang terlibat dalam PD II.
1. Blok Sentral yaitu Jerman, Italia, Jepang, Austria, Rumania, dan Finlandia.
2. Blok Sekutu yaitu Inggris, Prancis, Rusia, RRC, Amerika Serikat, Austria, dan Polandia.
Secara umum PD II dibagi dalam 3 tahapan berikut.
1. Tahapan pertama, blok Sentral melakukan ofensif dengan taktik serangan kilat.
2. Tahapan kedua, merupakan titik balik. Blok Sentral bersifat defensif (bertahan) sedangkan blok Sekutu lebih banyak melakukan serangan.
3. Tahapan ketiga, blok Sekutu mulai mencapai kemenangan.
Medanpertempuran PD II lebih luas yaitu mencakup Eropa, Asia, dan Afrika. Perang dunia II di wilayah Eropa terdiri atas beberapa medan pertempuran (Front) yaitu front Eropa Barat, Eropa Timur, dan Eropa Tenggara. PD II juga meluas ke wilayah Afrika, dalam arti untuk perebutan tanah jajahan bangsa Barat di benua Afrika.
1. Front Eropa Barat
Perang di Eropa Barat ini merupakan tahap pertama dari Perang Dunia II. Negara-negara Sentral yang dipimpin oleh Jerman bertindak ofensif. Jerman melakukan serangan kilat (blitzreg) menyerbu Demark, Norwegia, belanda, dan Luxembung.
Ke arah Selatan, Jerman menyerbu Prancis lewat belakang daerah pertahanan Maginot. Jerman berhasil menguasai setengah wilayah Prancis termasuk kota Paris. Prancis terpaksa menyerah di kota Compiegne.
2. Front Eropa Timur
Diawali dengan penyerbuan Jerman ke Danzig, Polandia pada tanggal 1 september 1939. Hampir semua negara-negara di eropa Timur mendukung Jerman kecuali Yugoslavia. Di bawah pimpinan Joseph Bros Tito, Yugoslavia mengadakan perlawanan gerilya yang menyulitkan Jerman.

makalah Latar belakang terjadinya perang dunia II



PERANG DUNIA 2 (1939 – 1945)

                                I.  LATAR BELAKANG TERJADINYA PERANG DUNIA 2



a)      LAHIRNYA NEGARA NEGARA FASIS

Perang dunia 2 tak lepas dari keinginan balas dendam negara- negara yang kalah perang dari perang dunia 1, karena itu mereka ingin bangkit ,dan mengembangkan paham ultranasionalisme dan dari itu lahir negara fasis.

a.       Fasisme Jerman

Melalui kepemimpinan Adolf Hittler , Jerman bangkit dengan menganut paham Chauvinisme dan paham Totaliterisme.

b.      Fasisme Italia

Melalui kepemimpinan Benito Mussolini, Italia bangkit dengan mengobarkan semangat Italia Irredenta.

c.       Fasisme Jepang

Melalui pemerintahan Kaisar Hirohito dan Perdana Mentri Hideki Tojo, Jepang menjadi negara fasis dengan menganut semangat “Hakko I Chiu”.

b)      SEBAB UMUM DAN SEBAB KHUSUS TERJADINYA PERANG



Ø  Sebab Umum

a.       Pertentangan antara paham Liberalisme dan Totaliterisme.

b.      Munculnya persekutuan antar negara .

c.       Semangat balas dendam , karena kalah dalam Perang Dunia 1.

d.      Sarana perlombaan senjata antar negara .

e.      Pertentangan antar negara Imperialis (penjajah) dalam merebut daerah jajahan.

f.        Kegagalan Liga Bangsa Bangsa dalam menciptakan perdamaian.



Ø  Sebab Khusus

a.       Dikawasan Asia Pasifik

Penyerbuan tentara Jepang atas pangakalan angakatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour pada tanggal 7 desember 1941.

b.      Dikawasan Eropa

Serangan kilat (Blitzkrieg) Jerman atas kota Danzig (Polandia) pada tanggal 1 september 1939.

                              II.            JALANNYA PERANG DUNIA 2

Negara -negara yang terlibat terbagi menjadi 2 blok ,yaitu blok Sentral dan Sekutu

Blok Sentral : Jerman,Italia,Jepang,Austria,Finlandia, dan Rumania.

Blok Sekutu : Inggris, Prancis,Rusia,RRC,Amerika Serikat,Australia, dan Polandia.

1)      Tahap Pertama

Blok Sentral melakukan serangan dengan taktik serangan kilat.

2)      Tahap Kedua

Blok Sentral lebih banyak bertahan, sedangkan Blok Sekutu lebih banyak menyerang.

3)      Tahap Ketiga

Blok Sekutu mencapai kemenangan.

                            III.            AKHIR PERANG

Pada tanggal 6 agustus 1945 kota Hiroshima dan tanggal 9 agustus 1945 kota Nagasaki di Jepang di bom atom oleh Sekutu .Akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat dengan menandatangani perjanjian pada tanggal 2 september 1945.Pada ahirnya Blok Sentral menyerah pada Blok Sekutu.Kalahnya Blok Sentral dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

a)      Blok Sentral tidak menunjang sumber kekayaan alam untuk mencukupi kebutuhan perang.   

b)      Anggota Blok Sekutu lebih banyak.

c)       Blok Sekutu memiliki daerah jajahan yang menunjang kebutuhan perang.

d)       Unggul teknologi persenjataan di Blok Sekutu daripada Blok Sentral.



Ø  Perjanjian Yang Mengakhiri Perang



·         Perjanjian Postdam, antara Sekutu dan Jerman untuk menntukan nasib bangsa Jerman, pada tanggal 2 agustus 1945.

·         Perjanjian San Francisco, antara Sekutu dan Jepang untuk menentukan nasib bangsa Jepang, pada tanggal 8 september 1945.

·         Perjanjian Paris, antara Sekutu dan Italia untuk mentukan nasib bangsa Italia, pada februari  1947.

                            IV.            DAMPAK PERANG

a)      Bidang Politik

1.       Amerika Serikat dan Uni Soviet menjadi negara superpower.

2.       Negara-negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman ,perannya dalam percaturan politik dunia memudar.

3.       Terjadinya Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang mengakibatkan beberapa negara terpecah,seperti Korea, Vietnam dan Jerman.

4.       Terbentuknya persekutuan militer ,misalnya NATO.

b)      Bidang Ekonomi

Perang Dunia 2 mengakibatkan negara yang kalah perang kekurangan modal untuk pembangunan, untuk itu Amerika Serikat menawarkan bantuan pembangunan (penanaman modal dan pinjaman modal) berbagai bentuk bantuan dari Amerika Serikat:

1.       Truman Doctrine, untuk membangun Turki dan Yunani.

2.       Marshal Plan, untuk membangun Eropa.

3.       Point Four Truman,untuk membangun negara-negara yang masih terbelakang,terutama di Asia.

4.       Colombo Plan, disponsori oleh Inggris yang bertujuan untuk membetuk kerjasama ekonomi dan kebudayaan.

c)       Bidang Sosial dan Kebudayaan

1.       Perang Dunia 2 menimbulkan bencana besar bagi umat manusia, kerugian harta benda dan banyak nyawa yang sangat besar.

2.       Dibentuknya Perserikatan Bangsa – Bangsa, pada tanggal 24 oktober 1945.



                              V.            PENGARUH PERANG DUNIA  2 BAGI INDONESIA

Pada tahun 1942, Jepang berhasil mengalahkan Belanda yang akhirnya Indonesia mulai dijajah oleh Jepang, masa pendudukan Jepang di Indonesia sekitar 3,5 tahun.

Perang Dunia 2 berpengaruh pada kemerdekaan Indonesia. Setelah Jepang kalah menyerah dari Sekutu pada tanggal 14 agustus 1945, Indonesia dalam keadaan Vacuum of Power (kekosongan kekuasaan) keadaan ini dimanfaatkan bangsa Indonesia untuk meproklamirkan kemerdekaan.

A.      Latar Belakang dan Proses Pendudukan

Latar belakang pendudukan Jepang di Indonesia di tujukan untuk mewujudkan Persemakmuran Bersama Asia Timur Raya.

Gerakan invasi militer Jepang dengan cepat merambah ke kawasan Asia Tenggara, pada bulan januari – februari 1942, Jepang menduduki Filipina, Tarakan, Pontianak, dan Balikpapan serta menguasai Palembang.

Untuk menghadapi Jepang, Sekutu membentuk ABDACOM (American British Dutch Australian Command) yang dipimpin oleh Jenderal Sir Archibald Wavell yang berpusat di Bandung.

Akhirnya pada tanggal 8 maret 1942 Belanda resmi menyerah kepada Jepang yang dilaksanakan di Kalijati, Subang, yang pada upacara tersebut Sekutu diwakilkan oleh Jenderal Tjarda van Starkenbogh dan Jenderal Ter Poorten, dan Jepang diwakili oleh Jenderal Hitoshi Imamura.

Kebijakan Jepang pada prinsipnya diprioritaskan pada 2 hal, yaitu:

1.       Menghapus pengaruh Barat dikalangan rakyat Indonesia.

2.       Memobilisasi rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam perang Asia Timur Raya.

B.      Pemerintahan Pada Jaman Jepang

Pada masa Jepang, pemerintahan dipegang oleh militer yang dibagi 3 wilayah kekuasaan militer

1.       Wilayah 1, meliputi Pulau Jawa dan Madura yang diperintah oleh tentara keenam belas  dengan pusat di Batavia (Jakarta).

2.       Wilayah 2, meliputi Pulau Sumatera yang diperintah oleh tentara kedua puluh lima dengan pusat di Bukittinggi.

3.       Wilayah 3, meliputi Pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, yang diperintah oleh armada selatan kedua dengan pusat di Makasar.



v  Berbagai Kebijakan Politik Pemerintahan Jepang

1.       Bidang Politik

Pada masa awal pendudukan Jepang menyebarkan propaganda yang menarik dan menunjukan kelunakan

·         Mengijinkan Bendera Merah Putih berkibar.

·         Melarang penggunaan Bahasa Belanda dan mengijinkan penggunaan Bahasa Indonesia dipakai sehari-hari.

·         Mengijinkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Kebijakan Jepang yang lunak ternyata tidak bisa bertahan lama, kegiatan politik dan organisasi politik dilarang dan dibubarkan, sebagai gantinya Jepang membentuk organisasi-organisasi baru yang bertujuan untuk Jepang sendiri.Organisasi yang didirikan antara lain, Gerakan Tiga A, Putera, dan Jwa Hokokai.

2.       Bidang Ekonomi

Pada masa pendudukan Jepang, Jepang banyak melakukan kegiatan produksi, semua kegiatan ekonomi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang , oleh karena itu Jepang menerapkan sistem Autarki, yaitu tiap-tiap daerah diharapkan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.Untuk membangun fasilitas perang, Jepang memerlukan banyak tenaga kasar yang digunakan untuk kerja paksa yang disebut Romusha.Romusha hidup mengenaskan, menderita, miskin, kelaparan, dan tidak jarang terjadi kematian.

3.       Bidang Sosial

Pada masa Jepang,Romusha dipaksa bekerja keras tanpa diberi upah dan makanan,akibatnya banyak romusha yang meninggal dan terjangkit wabah penyakit,karena kemelaratan para romusha itu muncul golongan baru yang disebut kere/gembel.jepang juga mengatur sistem stratafikasi sosial dalam masyarakat yang terdiri dari:              

a.       Golongan teratas(golongan jepang)

b.      Golongan kedua(golongan pribumi)

c.       Golongan ketiga(golongan timur asing)

4.       Bidang Militer

Untuk memperkuat kedudukan dalam perang pasifik jepang memobilisasi para pemuda untuk dibina dalam latihan militer dengan membentuk organisasi-organisasi semi militer dan organisasi militer

C.      STRATEGI PERGERAKAN MASA PENDUDUKAN JEPANG

Dalam menghadapi penjajahan jepang,para pejuang memiliki strategi yang tidak sama, ada dua macam golongan :

1.       Golongan kooperatif golongan yang bekerja sama dengan jepang,mereka duduk dalam organisasi kedudukan jepang

2.       Golongan nonkooperatif golongan yang tidak mau bekerja sama dengan jepang,mereka membentuk organisasi bawah tanah karena berjuang secara sembunyi-sembunyi.

D.      PERLAWANAN TERHADAP JEPANG

Pada masa jepang,kehidupan rakyat indonesia sangat menderita karena dipaksa menjadi romusha dan diwajibkan menyerahkan hasil panennya,penderitaan itu membuat rakyat benci terhadap jepang,apalagi ditambah dengan kewajiban melakukan seikerei kearah tokyo yang tidak dapat diterima,akibatnya terjadi perlawanan rakyat indonesia terhadap kekejaman ternatara jepang.



E.       BERBAGAI PERUBAHAN AKIBAT PENDUDUKAN JEPANG

1.       Aspek politik pemerintahan

-terjadi perubahan dari pemerintahan sipil kepemirintahan militer

-dibentuknya tonarigumi(rukun tetangga) untuk meningkatkan pengawasan terhadap penduduk.

                                2.   Aspek Sosial Ekonomi

                                -diberlakukannya politik penyerahan padi secara paksa

                                -mobilitas sosial masyarakat cukup tinggi dan mengalami peningkatan status sosial.

                                3.  Aspek mentalitas masyarakat

                                Perlakuan yang kejam dari jepang membuat ketakutan pada masyarakat pada warganya yang dijadikan romusha.